Semangat petualangan, solidaritas tanpa batas, dan eksplorasi lintas negara kembali dibuktikan oleh komunitas motor besar Honda Big Bike Owner Society (Honda Big BOS).
![]() |
| Persiapan Start di Asmo Kalbar |
Melalui agenda touring internasional bergengsi bertajuk "Honda Big BOS Borneo Journey Vol. 2 2026 – Across 3 Countries", komunitas ini sukses mengukir sejarah baru dalam dunia otomotif tanah air.
Selama 11 hari penuh tantangan, mulai dari tanggal 21 hingga 31 Mei 2026, sebanyak 28 peserta yang memacu 23 unit Honda Big Bike berhasil menaklukkan Pulau Kalimantan (Borneo). Mereka menempuh jarak fantastis hingga 3.770 kilometer dengan melintasi batas geografis tiga negara sekaligus, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Misi Besar Honda Big BOS di Tahun 2026
Agenda Borneo Journey Vol. 2 ini dirancang secara matang untuk menghadirkan pengalaman berkendara jarak jauh (long-distance riding) yang premium. Lebih dari sekadar memacu kecepatan di jalan raya, misi utama dari kegiatan ini adalah mengeksplorasi keindahan alam tersembunyi, kekayaan budaya multietnik, situs sejarah, serta keunikan kuliner khas di sepanjang rute Pulau Borneo.
![]() |
| Pelepasan dari Asmo Kalbar |
Touring tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan Borneo Journey edisi pertama yang digelar pada tahun 2019 dengan rute Balikpapan menuju Pontianak. Kali ini, Honda Big BOS memilih rute yang jauh lebih menantang, legendaris, dan ikonik di kawasan Asia Tenggara. Perjalanan epik ini dimulai dari Kota Pontianak (Kalimantan Barat), bergerak menuju Kuching, Sibu, Miri, menembus Brunei Darussalam, berlanjut ke Kota Kinabalu, Tip of Borneo, Kundasang, dan akhirnya kembali ke titik awal di Pontianak melalui jalur darat.
Pelepasan Meriah dari Tanah Khatulistiwa oleh Astra Motor Kalbar
Pada hari pertama perjalanan, rombongan rider mendapat sambutan yang luar biasa hangat dari Astra Motor Kalimantan Barat selaku Main Dealer sepeda motor Honda di wilayah Kalbar. Kehadiran para peserta disambut langsung oleh Chrystian David, selaku Marketing Manager Astra Motor Kalimantan Barat.
![]() |
| Foto Bersama di Sawarak |
Suasana pelepasan (flag-off) dibuat sangat meriah dengan menghadirkan pertunjukan kesenian Barongsai, yang merepresentasikan akulturasi budaya lokal masyarakat Pontianak. Kehadiran Barongsai ini menjadi simbol doa dan keselamatan untuk memulai perjalanan panjang menembus perbatasan internasional.
“Kehadiran rombongan Honda Big BOS tahun 2026 di Kota Pontianak menjadi agenda bersejarah bagi Astra Motor Kalimantan Barat. Kami selaku main dealer merasa terhormat dapat berkontribusi langsung pada acara yang sudah dikenal di penjuru Indonesia, khususnya di kalangan pecinta motor besar seperti Honda Big Bike ini. Semoga perjalanan yang dimulai dari tanah Khatulistiwa ini membawa pengalaman baru yang mendalam dan berkesan bagi semua peserta,” ujar Chrystian David di sela-sela acara pelepasan.
Legalitas Lintas Batas: Kemudahan CPD Carnet dari IMI
Salah satu daya tarik sekaligus tantangan terbesar dalam Borneo Journey Vol. 2 adalah proses birokrasi melintasi sejumlah pos perbatasan internasional menggunakan kendaraan pribadi. Sepanjang rute, rombongan harus melewati checkpoint penting seperti perbatasan Indonesia–Malaysia (Entikong–Tebedu), perbatasan Malaysia–Brunei Darussalam, hingga jalur logistik antara negara bagian Sarawak dan Sabah.
![]() |
| Peserta Beriringan |
Untuk memastikan legalitas dan kelancaran mobilitas, seluruh unit Honda Big Bike dalam rombongan ini telah dilengkapi dengan dokumen CPD Carnet (Carnet de Passages en Douane) yang diterbitkan resmi oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI). Dokumen ini bertindak sebagai "paspor internasional" bagi kendaraan bermotor, sehingga peserta dapat memasuki wilayah negara asing tanpa dikenakan bea masuk sementara.
Di setiap pos pemeriksaan, petugas bea cukai melakukan verifikasi fisik mulai dari nomor mesin hingga nomor rangka. Berkat kesiapan dokumen CPD Carnet ini, proses administrasi di imigrasi berjalan sangat lancar, aman, dan efisien.
Menghadiri BIIBBF XXIV 2026 di Kuching, Sarawak
Destinasi utama di fase awal perjalanan ini adalah menghadiri event akbar Borneo Island International Big Bike Festival (BIIBBF) XXIV 2026 yang berlokasi di Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia. Festival internasional ini menjadi magnet bagi para pecinta roda dua dengan dihadiri oleh sekitar 1.225 rider dari tiga negara tetangga.
![]() |
| Peserta melintasi di Sawarak Kuching |
Sebagai perwakilan resmi dari komunitas motor besar Indonesia, Honda Big BOS memanfaatkan momentum ini untuk menyerahkan plakat penghargaan. Penyerahan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap eksistensi BIIBBF sekaligus mempererat tali persaudaraan (brotherhood) antar-komunitas bikers di Asia Tenggara.
Selama berada di Kuching, rombongan juga melakukan city tour budaya ke Fort Margherita, sebuah benteng bersejarah berarsitektur Inggris klasik. Tak jauh dari sana, para peserta mengabadikan momen di depan Tiang Bendera Ibu Pertiwi. Tiang bendera setinggi hampir 100 meter ini diakui sebagai salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Menjajal Pan Borneo Highway dan Infrastruktur Baru
Melanjutkan etape menuju Kota Sibu, rombongan mendapatkan kesempatan istimewa untuk melintasi Jembatan Batang Lupar yang baru saja diresmikan pada 21 Mei 2026. Jembatan mega-proyek ini menghubungkan wilayah Sebuyau dan Maludam, memangkas waktu tempuh secara signifikan di Sarawak. Anggota Honda Big BOS menjadi salah satu kelompok pengendara internasional pertama yang merasakan kemegahan infrastruktur baru ini.
Perjalanan dari Sibu menuju Miri, serta Miri menuju Serian, menjadi pembuktian performa sejati dari lini produk Honda Big Bike. Jalur Pan Borneo Highway yang luas, mulus, dan memiliki bentang lurus panjang memberikan pengalaman berkendara kelas premium (premium riding experience). Pada salah satu etape terpanjang, rombongan bahkan menguji ketahanan fisik (endurance) dengan menempuh jarak 750 kilometer dalam satu hari.
Pesona Negeri Petro Dollar dan Kemegahan Jembatan Temburong
Memasuki wilayah Brunei Darussalam, para peserta disuguhi lanskap kota yang bersih dan megah. Rombongan menyempatkan diri beristirahat dan berfoto di Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien, Bandar Seri Begawan, yang terkenal dengan kubah emas murninya yang menakjubkan.
Pengalaman berkendara semakin mengesankan saat rombongan melintasi Jembatan Sultan Haji Omar Ali Saifuddien. Jembatan laut terpanjang di Asia Tenggara yang membentang sepanjang 30 kilometer ini membelah Teluk Brunei dan menghubungkan ibu kota dengan wilayah Temburong.
Puncak Ekspedisi: Tip of Borneo dan Keindahan Kundasang
Puncak dari petualangan ini ditandai saat seluruh roda Honda Big Bike menjejakkan kaki di Tip of Borneo (Tanjung Simpang Mengayau) di Kudat, Sabah. Tempat ini merupakan ujung paling utara dari Pulau Kalimantan, di mana para peserta disuguhi pemandangan spektakuler pertemuan antara Laut Cina Selatan dan Laut Sulu.
Dari pantai, rute berlanjut ekstrem menuju kawasan pegunungan Kundasang. Jalur menanjak dan kelok curam diuji dengan latar belakang kemegahan Gunung Kinabalu. Berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan ini menyajikan hawa dingin dan kabut pegunungan yang eksotis.
![]() |
| Teknikal Meeting |
Tepat pada tanggal 27 Mei 2026, yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, aktivitas berkendara dihentikan sementara (rest day). Peserta Muslim dalam rombongan melaksanakan Shalat Idul Adha berjamaah di Masjid Jamek Kundasang, menciptakan momen spiritual yang mendalam di tengah petualangan internasional mereka.
Manajemen Bahan Bakar RON 97: Kunci Keberhasilan Touring
Di balik kesuksesan perjalanan sepanjang hampir 4.000 km ini, terdapat manajemen logistik yang sangat ketat, terutama terkait regulasi bahan bakar di Malaysia. Kendaraan dengan pelat nomor asing dilarang keras menggunakan BBM bersubsidi RON 95. Rombongan diwajibkan menggunakan BBM non-subsidi RON 97.
Mengingat ketersediaan bahan bakar RON 97 tidak merata di seluruh SPBU pelosok Kalimantan, panitia melakukan perencanaan rute yang sangat detail. Pemetaan titik pengisian tangki, perhitungan jarak tempuh, dan pemantauan konsumsi bahan bakar setiap unit motor menjadi kunci utama terhindarnya rombongan dari masalah kehabisan bahan bakar.
Gala Dinner di Pontianak: Penutup yang Manis
Setelah sukses menyelesaikan seluruh rangkaian rute internasional, rombongan kembali dengan selamat ke Kota Pontianak pada 30 Mei 2026. Kebersamaan ini dirayakan melalui acara Gala Dinner yang hangat di Hotel Four Points Pontianak.
Acara penutupan diisi dengan pemutaran video dokumenter perjalanan, performa musik akustik, pembagian doorprize, serta penyerahan cenderamata eksklusif berupa peci manik-manik khas etnik Dayak dari Astra Motor Kalimantan Barat sebagai bentuk apresiasi atas ketangguhan para bikers.
Arman Rafik, selaku Big Bike Sub Department Head Astra Motor Head Office, menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini melampaui sekadar hobi otomotif.
"Melalui Borneo Journey Vol. 2, Honda Big BOS berhasil menghadirkan pengalaman riding lintas negara yang aman, penuh tantangan, sekaligus sarat nilai kebersamaan. Perjalanan ini menjadi salah satu touring paling berkesan yang pernah kami selenggarakan, di mana kita dapat memperkenalkan keindahan Pulau Borneo ke mata dunia," pungkas Arman Rafik.
Kegiatan berskala internasional ini sukses terlaksana berkat dukungan penuh dari para sponsor utama, antara lain Astra Motor, NJS Helmet, Ikatan Motor Indonesia (IMI), IMI Mobilitas, PT Daya Adicipta Motora, dan RRMF Apparel.





