Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat di Indonesia, isu keselamatan berkendara di jalan raya kian krusial untuk diperhatikan. Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas dan membangun kesadaran berkendara yang baik sejak dini, Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) kembali menunjukkan komitmen nyatanya.
![]() |
| Pengurus Yayasan AHM sedang berfoto bersama para pemenang gelaran Safety Riding Camp 2026 |
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Safety Riding Camp (SRC) 2026, sebuah program komprehensif yang dirancang khusus untuk mencetak agen perubahan (agent of change) di bidang keselamatan berkendara.
Penyelenggaraan SRC tahun ini menjadi bukti konsistensi Yayasan AHM dalam memperluas edukasi keselamatan ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari guru, siswa, hingga mahasiswa dari beragam wilayah di seluruh penjuru Tanah Air. Program ini bukan sekadar ajang unjuk gigi atau kompetisi musiman, melainkan sebuah ruang pembelajaran intensif untuk menguji pengetahuan, memperdalam keterampilan teknis, serta memperkuat strategi komunikasi dalam mengampanyekan gerakan keselamatan berkendara.
Mengapa Edukasi Safety Riding Sangat Penting bagi Generasi Muda?
Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia didominasi oleh kelompok usia produktif, termasuk pelajar dan mahasiswa. Fenomena ini memicu perlunya pendekatan edukasi yang segar, interaktif, dan berkelanjutan. Melalui tagline utama "Keep The Good Vibes with #Cari_aman", Yayasan AHM berusaha menyentuh sisi emosional dan gaya hidup generasi muda agar mereka memandang keselamatan berkendara bukan sebagai beban atau aturan yang mengekang, melainkan sebagai sebuah tren positif yang keren dan wajib diikuti.
![]() |
| Guru Paud, Siswa SMA hingga Mahasiswa Ikuti SR Camp 2026 |
Edukasi keselamatan di jalan raya tidak boleh hanya berhenti pada aspek teoretis seperti menghafal rambu-rambu lalu lintas. Lebih dari itu, diperlukan pelatihan psikologis dan motorik agar para pengendara mampu memprediksi potensi bahaya sebelum bahaya itu terjadi. Langkah inilah yang diadopsi secara penuh dalam kurikulum pelatihan Safety Riding Camp 2026.
Perjalanan Menuju Final Safety Riding Camp 2026 di Deltamas, Bekasi
Proses untuk menyaring para peserta terbaik tidaklah mudah. Perjalanan SRC 2026 dimulai sejak bulan April 2026 melalui rangkaian seleksi regional yang sangat ketat di berbagai daerah. Seleksi awal ini berhasil menarik minat dan keterlibatan aktif dari 128 peserta. Setelah melalui berbagai tahapan penilaian yang menguji aspek kreativitas, komitmen, serta pemahaman dasar berkendara, terpilihlah 53 Duta Keselamatan Berkendara terbaik dari seluruh penjuru Indonesia.
![]() |
| Guru Paud, Siswa SMA hingga Mahasiswa Ikuti SR Camp 2026 |
Para finalis terpilih kemudian berkumpul untuk mengikuti babak Final Safety Riding Camp 2026 yang berlangsung pada tanggal 7–9 Juli 2026. Lokasi yang dipilih untuk memfasilitasi kegiatan bergengsi ini adalah Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center (AHM SRTC) yang terletak di Deltamas, Bekasi. Fasilitas ini dikenal sebagai salah satu pusat pelatihan berkendara terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara, yang dilengkapi dengan berbagai infrastruktur simulasi jalan raya yang sangat representatif.
Komposisi 53 duta terbaik yang berhasil lolos ke babak final mencerminkan inklusivitas program ini, yang terdiri dari:
36 Duta Siswa dan Guru SMA/Sederajat yang berasal dari 6 Safety Riding Lab Astra Honda di berbagai sekolah binaan.
9 Mahasiswa Berprestasi yang mewakili perguruan tinggi ternama, di antaranya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Jember.
8 Guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang didatangkan langsung dari Medan, Yogyakarta, dan Karawang.
Kehadiran para guru PAUD dalam ajang ini memberikan warna baru, membuktikan bahwa penanaman karakter sadar keselamatan berkendara harus dimulai sejak usia emas (golden age).
Testimoni Peserta: Pengalaman Berharga yang Menginspirasi
Bagi para peserta, kesempatan untuk menginjakkan kaki di AHM SRTC Deltamas dan belajar langsung dari para instruktur profesional merupakan sebuah pencapaian luar biasa. Nicholas Larhaine Prayitno Putro, seorang mahasiswa delegasi dari Universitas Jember, mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya setelah mengikuti program intensif ini.
"Saya sangat bersyukur dapat mengikuti Safety Riding Camp dan mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar bersama para duta dari berbagai daerah di Indonesia. Interaksi ini memperluas wawasan saya mengenai kondisi jalan raya di daerah lain. Semoga ilmu serta keterampilan yang saya peroleh selama pelatihan ini dapat bermanfaat secara nyata untuk menginspirasi lebih banyak masyarakat di sekitar saya agar selalu memprioritaskan berkendara dengan aman," ujar Nicholas penuh semangat.
Kurikulum Pelatihan Komprehensif Selama Tiga Hari
Selama tiga hari pelaksanaan Final SRC 2026, para peserta dihadapkan pada jadwal pelatihan yang padat, dinamis, dan terstruktur. Yayasan AHM memastikan bahwa materi yang diberikan seimbang antara penguatan aspek kognitif (teori), psikomotorik (praktik), serta afektif (sikap dan komunikasi). Berikut adalah poin-poin utama dari kurikulum pelatihan SRC 2026:
Uji Teori dan Praktik Berkendara Tingkat Lanjut: Peserta diuji mengenai pemahaman regulasi lalu lintas, etika berkendara, hingga teknik pengendalian kendaraan yang benar dalam berbagai situasi jalan, seperti jalan menikung, permukaan licin, dan pengereman mendadak.
Teknik Memprediksi Potensi Bahaya (Hazard Prediction): Salah satu skill paling krusial bagi seorang pengendara adalah kemampuan membaca situasi jalan raya dan mengantisipasi kecelakaan sebelum terjadi. Peserta dilatih untuk peka terhadap blind spot, pergerakan kendaraan lain, dan kondisi infrastruktur jalan.
Simulasi Menggunakan Honda Riding Trainer (HRT): Teknologi simulator canggih HRT digunakan untuk memberikan gambaran nyata mengenai potensi bahaya di jalan raya tanpa menempatkan peserta pada risiko fisik yang sebenarnya. Ini membantu mengasah sensitivitas berkendara mereka.
Pelatihan Komunikasi Efektif dan Public Speaking: Sebagai seorang duta atau edukator, memiliki pengetahuan saja tidak cukup. Para peserta dibekali teknik komunikasi yang persuasif agar mampu menyampaikan pesan-pesan keselamatan secara menarik, mudah dipahami, dan tidak terkesan menceramahi.
Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K): Selain aspek pencegahan, para duta juga dibekali dengan kemampuan respons darurat. Mereka diajarkan tindakan medis dasar yang aman saat menghadapi atau melihat kecelakaan lalu lintas guna meminimalisir fatalitas korban.
Metode Mendongeng Kreatif untuk Guru PAUD: Khusus bagi para guru PAUD, metode edukasi dimodifikasi secara kreatif. Mereka dilatih menyisipkan pesan keselamatan jalan raya melalui cerita rakyat, boneka tangan, dan dongeng interaktif agar anak-anak usia dini dapat menyerap nilai-nilai keselamatan dengan cara yang menyenangkan.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka, Yayasan AHM memberikan penghargaan khusus kepada para peserta terbaik di akhir kegiatan. Penghargaan ini diharapkan dapat memacu semangat para duta untuk terus berinovasi sekembalinya mereka ke daerah asal.
Menilai Keberhasilan Sejati dari Gerakan #Cari_aman
Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, menegaskan bahwa esensi utama dari penyelenggaraan Safety Riding Camp bukanlah sekadar mencetak juara baru atau membagikan trofi setiap tahunnya. Keberhasilan yang sesungguhnya dari program ini diukur dari dampak jangka panjang yang dirasakan oleh masyarakat luas.
"Keberhasilan Safety Riding Camp tidak diukur dari berapa banyak pemenang yang lahir setiap tahun. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika semakin banyak masyarakat yang peduli, sadar, dan mempraktikkan secara langsung budaya keselamatan berkendara di jalan raya dalam kehidupan sehari-hari mereka," tutur Ahmad Muhibbuddin.
Semangat inklusivitas keselamatan berkendara ini juga terus diperluas ke jaringan Sekolah Satu Hati binaan AHM, yang pada kesempatan kali ini melibatkan 43 siswa dan guru SMA/sederajat. Keikutsertaan mereka diharapkan mampu melahirkan ekosistem pendukung (supporting system) di lingkungan sekolah, sehingga gerakan #Cari_aman dapat menjadi budaya organisasi yang organik di kalangan pelajar.
Dampak Nyata: Ribuan Masyarakat Teredukasi dan Ratusan Konten Digital Viral
Kontribusi para Duta Keselamatan Berkendara Astra Honda telah menorehkan angka capaian yang sangat impresif. Melalui konsistensi pergerakan mereka secara offline (tatap muka), hingga saat ini tercatat ada lebih dari 11.857 orang dari berbagai lapisan masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan langsung, baik berupa pemaparan teori maupun praktik lapangan.
![]() |
| Guru Paud, Siswa SMA hingga Mahasiswa Ikuti SR Camp 2026 |
Tidak hanya aktif di dunia nyata, para duta yang mayoritas berasal dari kalangan Gen Z dan Milenial ini juga sangat lihai dalam memanfaatkan ruang digital. Sadar bahwa media sosial adalah media komunikasi paling efektif saat ini, mereka telah memproduksi lebih dari 600 konten edukasi kreatif sejak tahun 2025. Konten-konten tersebut—yang dikemas dalam bentuk video pendek TikTok, reels Instagram, utas Twitter/X, hingga infografis—telah berhasil menjangkau lebih dari 519.819 tayangan (views). Hal ini menjadi bukti sahih bahwa pesan keselamatan berkendara dapat disampaikan dengan gaya yang segar, estetis, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda tanpa menghilangkan esensi utamanya.
Wujud Nyata Semangat Sinergi Bagi Negeri
Melalui kombinasi strategi edukasi langsung di lapangan dan kampanye masif di dunia digital, Yayasan AHM optimistis bahwa kesadaran berlalu lintas di Indonesia akan terus membaik dari tahun ke tahun. Keterlibatan aktif elemen akademisi (guru, siswa, dosen, dan mahasiswa) menjadi pilar utama penyokong keberhasilan program ini.
"Setiap duta keselamatan berkendara memiliki peran penting sebagai agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Karena itu, kami di Yayasan AHM terus berkomitmen memperkuat kompetensi mereka agar mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat melalui berbagai cara kreatif, baik secara tatap muka langsung maupun melalui optimalisasi platform digital. Semangat Sinergi Bagi Negeri kami wujudkan secara nyata dengan menghadirkan edukasi keselamatan berkendara melalui berbagai metode yang mudah diakses, mudah dipahami, serta memberikan manfaat nyata bagi keselamatan masyarakat luas," pungkas Muhibbuddin dengan optimistis.
Dengan selesainya agenda Safety Riding Camp 2026, tugas baru kini menanti ke-53 Duta Keselamatan Berkendara. Berbekal ilmu teoretis, kemampuan praktik mumpuni, serta keterampilan komunikasi digital yang tajam, mereka siap melangkah kembali ke masyarakat untuk menyebarkan virus positif keselamatan jalan raya demi mewujudkan Indonesia yang lebih aman dan tertib berlalu lintas.



