Bulan suci Ramadhan adalah momen yang penuh berkah, namun juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pengendara sepeda motor.
| Berkendara dengan #Cari_aman |
Perubahan pola makan, waktu tidur, serta kondisi fisik yang sedang berpuasa sering kali memengaruhi konsentrasi di jalan raya. Menanggapi hal ini, Astra Motor Kalimantan Barat melalui Instruktur Safety Riding, Febri Andrian, membagikan panduan komprehensif mengenai keselamatan berkendara.
Kampanye ini merupakan bagian dari gerakan nasional #Cari_aman, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama pada jam-jam rawan menjelang sahur dan berbuka puasa. Melalui sinergi "Bagi Negeri", edukasi ini diharapkan mampu menciptakan budaya berkendara yang bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Mengapa Konsentrasi Menurun Saat Berpuasa?
Secara biologis, saat menjalankan ibadah puasa, tubuh mengalami penurunan kadar gula darah yang signifikan. Kondisi ini dapat memicu rasa lemas, kantuk, hingga pusing. Menurut Febri Andrian, faktor internal dari dalam diri pengendara adalah hal pertama yang harus dikelola dengan baik.
![]() |
| Meningkatkan Pengendalian dalam berkendara |
"Puasa membuat tubuh mengalami penurunan energi dan konsentrasi. Jika merasa lemas, mengantuk, atau pusing, sebaiknya tunda perjalanan atau beristirahat terlebih dahulu. Jangan memaksakan diri karena risiko kecelakaan bisa meningkat," jelas Febri.
Kurangnya fokus dalam hitungan detik saja bisa berakibat fatal di jalan raya, terutama saat menghadapi lalu lintas yang padat dan dinamis.
Panduan Lengkap Berkendara Aman Selama Ramadhan
Agar ibadah puasa tetap berjalan lancar tanpa hambatan di jalan, berikut adalah rincian tips safety riding yang perlu Anda terapkan:
1. Pastikan Kondisi Fisik Prima
Sebelum memutar kunci kontak, lakukan evaluasi mandiri (self-assessment). Apakah Anda merasa cukup tidur setelah bangun sahur? Jika Anda merasa sangat mengantuk, sebaiknya ambil waktu 15-20 menit untuk power nap sebelum berangkat. Pastikan asupan nutrisi saat sahur mencukupi agar energi tetap terjaga hingga waktu berbuka.
2. Atur Manajemen Waktu dengan Bijak
Fenomena "ngabuburit" sering kali membuat jalanan menjadi sangat padat menjelang waktu berbuka. Banyak pengendara yang terjebak dalam rasa terburu-buru sehingga cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi atau melakukan manuver berbahaya.
- Berangkat lebih awal: Berikan estimasi waktu perjalanan lebih lama dari biasanya.
- Hindari jam puncak: Jika memungkinkan, hindari jalan protokol yang dikenal sebagai titik kemacetan penjual takjil.
3. Gunakan Perlengkapan Berkendara Lengkap
Puasa bukan alasan untuk mengabaikan proteksi diri. Tetap gunakan perlengkapan berkendara standar yang meliputi:
- Helm SNI: Melindungi kepala dari benturan.
- Jaket dan Sarung Tangan: Mengurangi risiko dehidrasi akibat paparan angin dan sinar matahari langsung.
- Sepatu: Memberikan perlindungan maksimal pada area kaki.
4. Cek Kondisi Kendaraan secara Berkala
Pastikan motor Anda dalam kondisi siap pakai. Rem yang pakem, lampu yang berfungsi normal, serta tekanan ban yang pas akan membantu Anda mengontrol kendaraan dengan lebih mudah saat energi tubuh sedang tidak maksimal.
5. Jaga Jarak Aman dan Tetap Defensif
Selama Ramadhan, emosi pengguna jalan cenderung lebih labil karena rasa lapar dan lelah. Terapkan prinsip berkendara defensif:
- Berikan ruang bagi pengendara lain yang terlihat tergesa-gesa.
- Jangan terpancing provokasi di jalan.
- Selalu jaga jarak aman (minimal 2-3 detik) dari kendaraan di depan untuk mengantisipasi pengereman mendadak.
6. Persiapan Berbuka di Jalan
Terkadang, kemacetan tidak dapat dihindari hingga waktu Maghrib tiba. Febri menyarankan untuk selalu menyiapkan air minum dan sedikit makanan ringan seperti kurma di dalam tas atau bagasi motor. Jika azan berkumandang, segera cari tempat aman untuk menepi dan membatalkan puasa sejenak guna mengembalikan energi dan fokus.
Keselamatan Sebagai Bentuk Ibadah
Penting untuk diingat bahwa menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain juga merupakan bagian dari nilai-nilai ibadah. Dengan bersikap sabar dan tenang di balik kemudi, Anda tidak hanya melindungi nyawa, tetapi juga menjaga kesucian bulan Ramadhan dari perilaku negatif di jalan raya.
Astra Motor Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat melalui edukasi keselamatan berkendara. Melalui penerapan tips ini, diharapkan masyarakat Kalimantan Barat dapat menjalankan aktivitas harian dengan rasa aman dan nyaman.
Budayakan #Cari_aman Setiap Saat
Kecelakaan lalu lintas sering kali diawali dari pelanggaran kecil atau kelalaian akibat kondisi fisik yang tidak fit. Dengan mengikuti arahan dari Instruktur Safety Riding Febri Andrian, kita semua bisa berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan selama bulan suci ini.
Ingat, keluarga menanti Anda di rumah untuk berbuka puasa bersama. Jangan biarkan kecerobohan di jalan merenggut momen berharga tersebut. Mari bersama-sama memperkuat budaya #Cari_aman demi keselamatan kita bersama.
