Keselamatan berkendara kini bukan lagi sekadar himbauan, melainkan kebutuhan mendasar yang harus ditanamkan sejak dini.
![]() |
| Foto Bersama Siswa bernilai tinggi |
Menyadari hal tersebut, Astra Motor Kalimantan Barat kembali menunjukkan komitmen nyatanya melalui kampanye keselamatan berkendara yang bertajuk #Cari_aman. Pada tanggal 12 Februari 2026, tim edukasi Astra Motor menyambangi para siswa di SMA Negeri 12 Pontianak untuk menggelar sesi edukasi Safety Riding.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program besar Sinergi Bagi Negeri, sebuah inisiatif dari Astra Honda Motor yang bertujuan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan ekosistem jalan raya yang lebih aman dan tertib.
Mengapa Edukasi Safety Riding Penting bagi Pelajar?
Pelajar tingkat menengah atas (SMA) merupakan salah satu kelompok pengguna sepeda motor yang paling dominan di Kota Pontianak. Banyak dari mereka yang sudah mengandalkan kendaraan roda dua sebagai transportasi utama untuk pergi ke sekolah maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
![]() |
| Instruktur Sedang Memberikan Materi |
Namun, di balik kemudahan tersebut, kelompok remaja juga masuk dalam kategori yang rentan terhadap risiko kecelakaan lalu lintas. Beberapa faktor penyebabnya antara lain:
- Kurangnya pengalaman dalam menghadapi situasi darurat di jalan.
- Emosi yang belum stabil, yang terkadang memicu keinginan untuk berkendara dengan kecepatan tinggi.
- Pemahaman yang minim mengenai teknik berkendara yang benar dan pentingnya perlengkapan perlindungan diri.
Melalui edukasi ini, Astra Motor Kalbar berupaya memutus rantai risiko tersebut dengan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai etika dan teknik berkendara.
Materi Edukasi: Lebih dari Sekadar Memutar Gas
Sesi edukasi yang berlangsung di aula SMA Negeri 12 Pontianak ini dipandu langsung oleh Febri Andrian, Instruktur Safety Riding berpengalaman dari Astra Motor Kalimantan Barat. Febri menekankan bahwa berkendara yang baik bukan hanya soal mahir mengoperasikan motor, tetapi juga soal kecerdasan dalam membaca situasi.
1. Teknik Prediksi Bahaya
Salah satu materi inti yang disampaikan adalah kemampuan memprediksi bahaya (danger prediction). Para siswa diajarkan untuk selalu waspada terhadap potensi risiko yang muncul dari titik buta (blind spot), persimpangan jalan, hingga perilaku pengendara lain yang tidak terduga.
2. Penggunaan Perlengkapan Keselamatan
Penggunaan helm SNI dan jaket bukan sekadar gaya hidup, melainkan perlindungan utama bagi tubuh. Febri menjelaskan cara memilih helm yang benar serta pentingnya menggunakan sepatu dan sarung tangan saat menempuh perjalanan jauh maupun dekat.
3. Disiplin dan Etika Berkendara
Menghargai sesama pengguna jalan adalah kunci dari lalu lintas yang harmonis. Para siswa diajak untuk selalu menaati rambu lalu lintas, tidak menggunakan knalpot brong yang mengganggu, serta memberikan prioritas bagi pejalan kaki.
Pernyataan Manajemen: Membangun Budaya Keselamatan
Manager Marketing Astra Motor Kalimantan Barat, Chrystian David (atau yang akrab disapa Pak David), menegaskan bahwa kegiatan ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Kalimantan Barat.
"Edukasi di lingkungan sekolah merupakan pilar penting dalam upaya kami membangun budaya keselamatan sejak usia muda. Kami ingin para pelajar tidak hanya lihai berkendara, tetapi juga memiliki kesadaran moral untuk menjaga nyawa diri sendiri dan orang lain," ungkap Pak David.
Beliau juga menambahkan bahwa melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, Astra Motor ingin terus menjadi mitra bagi pemerintah dan institusi pendidikan dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kalimantan Barat.
Antusiasme Siswa SMA Negeri 12 Pontianak
Suasana kegiatan berlangsung sangat dinamis. Tidak seperti seminar yang membosankan, tim Astra Motor mengemas edukasi ini dengan metode interaktif. Para siswa dilibatkan dalam sesi diskusi kelompok, kuis berhadiah, hingga simulasi langsung menggunakan alat peraga keselamatan.
Beberapa siswa mengaku baru menyadari bahwa hal-hal kecil, seperti cara mengerem yang benar (mengombinasikan rem depan dan belakang secara proporsional), sangat berpengaruh terhadap stabilitas motor saat menghadapi rintangan mendadak.
Interaksi dua arah ini membuat pesan #Cari_aman lebih mudah diterima. Dengan gaya bahasa yang santai namun berbobot, instruktur berhasil mengubah pandangan siswa bahwa keselamatan itu keren, bukan sesuatu yang merepotkan.
Target Jangka Panjang: Melahirkan Pelopor Keselamatan
Hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan di SMA Negeri 12 Pontianak ini bukan sekadar pengetahuan teori. Astra Motor Kalbar berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan atau pelopor keselamatan di lingkungan keluarga dan teman sebaya mereka.
Setiap siswa yang telah mengikuti pelatihan ini diharapkan bisa menerapkan prinsip:
- Cek Kendaraan Sebelum Berangkat: Memastikan rem, ban, dan lampu berfungsi optimal.
- Gunakan Perlengkapan Lengkap: Selalu memakai helm dan jaket.
- Fokus Penuh: Tidak menggunakan ponsel atau bercanda berlebihan saat berkendara.
Dengan konsistensi dalam menggelar edukasi safety riding, Astra Motor Kalimantan Barat optimis bahwa kualitas lalu lintas di Pontianak dan sekitarnya akan terus meningkat. Budaya tertib lalu lintas yang dimulai dari sekolah akan membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat di masa depan.
Kesimpulan
Program edukasi safety riding oleh Astra Motor Kalimantan Barat adalah langkah nyata dalam mendukung visi keselamatan jalan nasional. Melalui kampanye #Cari_aman, diharapkan tidak ada lagi nyawa yang terbuang sia-sia di jalan raya akibat kelalaian atau kurangnya edukasi. Mari kita dukung gerakan ini dengan selalu mengutamakan keselamatan sebagai gaya hidup.

.jpeg)