Hujan deras yang mengguyur wilayah Kalimantan Barat sering kali menyisakan genangan air di berbagai titik ruas jalan.
![]() |
| Hujan Lebat Reda, Pengendara Waspadai Genangan |
Bagi para pengendara sepeda motor, rintik hujan yang berhenti kerap dianggap sebagai tanda bahwa kondisi perjalanan telah kembali normal dan aman sepenuhnya. Padahal, situasi pasca-hujan justru menyimpan berbagai potensi bahaya terselubung yang membutuhkan kewaspadaan ekstra. Permukaan jalan yang basah, lubang yang tertutup air, hingga material jalan yang bergeser menjadi tantangan tersendiri bagi keselamatan berkendara.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan jalan raya, Astra Motor Kalimantan Barat terus aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menerapkan prinsip #Cari_aman dalam segala kondisi cuaca. Memahami teknik berkendara yang benar saat menghadapi jalanan basah dan genangan air bukan hanya soal menjaga kenyamanan, melainkan langkah vital untuk mencegah risiko kecelakaan lalu lintas.
Mengapa Genangan Air Setelah Hujan Sangat Berbahaya?
Saat hujan lebat mereda, pandangan pengendara memang menjadi lebih jelas dibandingkan ketika hujan turun deras. Namun, genangan air yang tertinggal di atas permukaan aspal menyimpan ancaman yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
![]() |
| Berkendara saat hujan |
1. Kedalaman Kedap Pandang
Genangan air memiliki sifat memantulkan cahaya dan menutup pandangan mata terhadap kondisi permukaan jalan yang sebenarnya. Pengendara tidak dapat memastikan seberapa dalam genangan tersebut hanya dengan melihatnya dari jauh. Lubang menganga, aspal retak, maupun bahu jalan yang amblas sering kali tersamarkan oleh genangan air. Memaksa menerobos genangan tanpa tahu kedalamannya dapat menyebabkan velg rusak, ban tersangkut, hingga kehilangan keseimbangan mendadak.
2. Benda dan Material Asing yang Terbawa Air
Aliran air hujan yang deras kerap membawa berbagai material dari pinggir jalan. Batu kerikil, lumpur licin, potongan kayu, hingga sampah plastik dapat mengendap di dalam genangan. Ketika ban motor melintasi material ini dengan kecepatan tinggi, daya cengkeram ban (traction) akan hilang secara mendadak dan berpotensi memicu selip atau kecelakaan terpelanting.
3. Risiko Bahaya Aquaplaning
Aquaplaning atau hydroplaning adalah kondisi di mana ban sepeda motor kehilangan kontak langsung dengan permukaan jalan akibat melintasi lapisan air pada kecepatan tertentu. Kondisi ini membuat setang motor terasa melayang dan rem menjadi tidak berfungsi efektif. Semakin tinggi kecepatan kendaraan saat melindas genangan air, semakin besar pula risiko terjadinya aquaplaning.
Panduan Menghadapi Genangan Air dari Safety Riding Instructor
Menanggapi fenomena bahaya pasca-hujan ini, Safety Riding Instructor Astra Motor Kalimantan Barat, Febri Andrian, membagikan beberapa arahan penting yang wajib diterapkan oleh setiap pengendara sepeda motor ketika menemukan genangan air di rute perjalanan mereka.
![]() |
| Tips berkendara saat hujan |
Kurangi Kecepatan dan Amati Situasi
Febri mengimbau agar para pengendara tidak terburu-buru atau gegabah ketika melihat adanya genangan air di depan mata. Langkah pertama yang paling krusial adalah menurunkan laju kendaraan secara perlahan jauh sebelum menyentuh air.
“Kalau ada genangan, jangan langsung diterobos dengan kecepatan tinggi. Lebih baik kurangi kecepatan terlebih dahulu dan lihat apakah ada jalur lain yang lebih aman. Kalau kondisi genangannya tidak bisa dipastikan, jangan dipaksakan,” ujar Febri.
Memilih jalur alternatif yang lebih kering atau lebih tinggi merupakan keputusan terbaik jika situasi memungkinkan. Namun, pastikan saat berpindah jalur Anda telah memeriksa spion dan memberikan isyarat lampu sein agar tidak mengejutkan pengendara lain di belakang.
Menjaga Jarak Aman Antarkendaraan
Selain memperhatikan kondisi pijakan jalan, pengendara juga dituntut untuk peka terhadap pergerakan kendaraan lain di sekitarnya. Lalu lintas pasca-hujan biasanya diwarnai oleh tumpukan kendaraan yang sama-sama ingin cepat sampai ke tujuan.
Di tengah kondisi jalan yang ramai, melepaskan pandangan dari kendaraan depan dapat berakibat fatal. Kendaraan roda empat atau bus yang melintasi genangan sering kali menghasilkan cipratan air deras (splash) ke arah samping dan belakang. Cipratan air ini bisa mengganggu pandangan mata atau kaca helm secara mendadak. Oleh karena itu, menjaga jarak bebas yang lebih jauh dari biasanya menjadi kunci utama agar memiliki ruang dan waktu reaksi yang cukup.
Kontrol Laju Motor dan Hindari Pergerakan Mendadak
Jika keadaan memaksa Anda harus melintasi genangan air tersebut, pastikan laju sepeda motor tetap dalam kendali penuh. Pegang stang mengemudi dengan mantap, posisikan badan tegak, dan gunakan kecepatan rendah yang konstan.
Sangat disarankan untuk menghindari tindakan mendadak seperti mengerem depan secara keras (hard braking) atau memutar gas secara tiba-tiba ketika berada di atas genangan. Pengereman mendadak di atas permukaan jalan yang licin akan membuat ban terkunci dan langsung menyebabkan motor terjatuh.
Jangan Terburu-buru Menambah Kecepatan
Kesalahan umum yang sering dilakukan pengendara adalah langsung memutar gas dalam-dalam begitu roda belakang keluar dari genangan air. Padahal, permukaan aspal di daerah sekitar genangan masih dalam kondisi basah dan licin. Selain itu, alur ban motor yang baru saja terendam air masih membawa lapisan basah yang mengurangi traksi sementara waktu.
“Setelah melewati genangan, tetap pelan-pelan dulu. Pastikan motor dalam kondisi terkendali dan perhatikan kembali kondisi jalan. Jangan karena sudah melewati genangan kemudian merasa jalan sudah aman sepenuhnya,” tambah Febri.
Menjadikan #Cari_aman Sebagai Budaya Berkendara
Kewaspadaan di jalan raya tidak boleh kendur hanya karena awan mendung telah berganti terang. Perubahan kondisi jalan pasca-hujan menuntut adaptasi gaya berkendara yang cepat dan bijak dari setiap individu.
Manager Marketing Astra Motor Kalimantan Barat, Chrystian David, menegaskan bahwa kesadaran akan bahaya pasca-hujan adalah cerminan dari perilaku pengendara yang matang dan bertanggung jawab. Sikap mengutamakan keselamatan harus selalu berada di atas keinginan untuk sekadar cepat sampai.
“Hujan memang sudah berhenti, tetapi risikonya belum tentu ikut berhenti. Pengendara tetap perlu melihat kondisi jalan, menjaga jarak dan menyesuaikan kecepatan. Jangan sampai terburu-buru karena ingin segera sampai justru membuat kita mengambil keputusan yang berisiko,” tegas David.
Melalui program edukasi Safety Riding yang berkelanjutan, Astra Motor Kalimantan Barat terus berkomitmen untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat—mulai dari pelajar, komunitas, hingga pekerja profesional—agar senantiasa peka terhadap setiap potensi bahaya di jalan raya. Kampanye #Cari_aman hadir bukan sekadar jargon, melainkan perlengkapan mental dan perilaku wajib yang harus dibawa setiap kali menyalakan mesin sepeda motor.
Ingat, keselamatan Anda di jalan raya adalah hal yang paling berharga bagi keluarga di rumah. Selalu periksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, gunakan perlengkapan berkendara yang lengkap seperti helm berstandar SNI dan jaket, serta selalu utamakan sikap saling menghargai sesama pengguna jalan. Selalu selipkan prinsip #Cari_aman dalam setiap perjalanan Anda!


