Terus Melesat, CBR Series Kembali Harumkan Indonesia di ARRC Buriram.

Astra Honda Racing Team tampil impresif di ARRC Buriram 2026. CBR Series bawa Rheza Danica raih podium kelas AP250. Intip keseruannya di sini!

Ajang balap motor paling bergengsi di benua Asia, Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026, kembali menyajikan drama dan persaingan sengit. Memasuki putaran kedua yang berlangsung di Chang International Circuit, Buriram, Thailand pada 9–10 Mei 2026, Astra Honda Racing Team (AHRT) konsisten menunjukkan dominasinya. 

Nomor motor pebalap:  ASB1000:  #88 M. Adenanta Putra     SS600:  #93 Fadillah Arbi Aditama  #46 Herjun Atna Firdaus     AP250:  #16 Irfan Ardiansyah  #123 Rheza Danica Ahrens
Nomor motor pebalap:
ASB1000:
#88 M. Adenanta Putra
 
SS600:
#93 Fadillah Arbi Aditama
#46 Herjun Atna Firdaus
 
AP250:
#16 Irfan Ardiansyah
#123 Rheza Danica Ahrens

Menghadapi tantangan sirkuit yang teknis dan kompetisi yang kian ketat, para pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) sukses membuktikan ketangguhan performa motor sport Honda CBR Series di kancah internasional.

Perjuangan tanpa lelah di lintasan sepanjang 4,554 kilometer tersebut membuahkan hasil positif yang membanggakan bagi Indonesia. Melalui kelihaian Rheza Danica Ahrens di kelas Asia Production (AP) 250, bendera Merah Putih kembali berkibar dari atas podium. Hasil manis ini menjadi bukti nyata bahwa kombinasi talenta emas pebalap tanah air dan durabilitas tinggi dari Honda CBR mampu bersaing di level tertinggi.

Kelas AP250: Ketangguhan CBR250RR dan Podium Berharga Rheza Danica

Kelas Asia Production 250cc (AP250) selalu menjadi salah satu kelas yang paling dinantikan oleh para pencinta balap motor tanah air. Di kelas inilah ketangguhan motor produksi massal Honda CBR250RR diuji secara ekstrem. Pada balapan yang digelar hari Sabtu (9/5), ketegangan sudah terasa sejak lampu hijau menyala.

Rheza Danica Ahrens, pebalap berpengalaman asal Yogyakarta, mengawali balapan race pertama dari posisi kelima. Memanfaatkan keunggulan akselerasi CBR250RR, Rheza melakukan start yang sangat sempurna. Tak butuh waktu lama, ia langsung menyodok ke depan dan memimpin jalannya balapan sejak lap pertama.

Terus Melesat, CBR Series Kembali Harumkan Indonesia di ARRC Buriram.
Terus Melesat, CBR Series Kembali Harumkan Indonesia di ARRC Buriram.

Sepanjang 10 putaran balapan yang menegangkan, posisi terdepan terus bergejolak. Aksi saling overtake di lintasan lurus dan tikungan tajam Buriram tidak terhindarkan. Namun, berkat ketenangan dan strategi yang matang, Rheza sukses mengamankan podium kedua di race pertama.

Sementara itu, Irfan Ardiansyah yang ditunjuk untuk menggantikan Muhammad Badly Ayatullah, tampil tidak kalah ngotot. Memulai balapan dengan motivasi tinggi, Irfan sempat merangsek ke rombongan depan pada lap-lap awal. Sayangnya, kendala teknis yang tak terduga memaksa Irfan harus melorot dan puas menyelesaikan balapan di posisi ke-14.

Persaingan Sengit di Race Kedua

Memasuki race kedua pada hari Minggu (10/5), atmosfer kompetisi justru semakin memanas. Rheza Danica kembali harus memulai balapan dari grid kelima. Sejak awal start, ia langsung terlibat dalam grup maut yang memperebutkan posisi podium.

Di sisi lain, Irfan Ardiansyah yang mengawali balapan dari posisi keenam sempat terdorong ke rombongan tengah akibat padatnya jalur tikungan pertama. Kendati demikian, Irfan menunjukkan mental petarung. Perlahan tapi pasti, ia memangkas jarak dan berhasil kembali menembus grup depan pada lima lap terakhir.

Aksi saling salip yang sangat rapat di lap terakhir membuat penonton menahan napas. Rheza sempat melakukan manuver overtake berani di tikungan akhir dan nyaris mengamankan podium. Namun, ketatnya garis finis membuat Rheza harus puas mengakhiri balapan di posisi keempat, sedangkan Irfan finis di posisi ketujuh.

Usai balapan, Rheza Danica mengungkapkan rasa syukurnya. "Pekan ini menjadi pengalaman berharga buat saya. Meskipun tidak meraih podium di race kedua, tapi saya mendapatkan poin yang penting untuk klasemen. Pada putaran berikutnya di Motegi, saya akan berusaha lebih kuat dan mengincar kemenangan bersama tim yang terus memberikan usaha terbaiknya," tegas Rheza dengan optimis.

Kelas Supersports 600: Perjuangan Agresif Herjun Atna dan Arbi Aditama

Beralih ke kelas yang lebih bertenaga, Supersports (SS) 600, Astra Honda Racing Team menurunkan duet pebalap masa depan, Herjun Atna Firdaus dan Fadillah Arbi Aditama. Mengandalkan performa mesin tangguh Honda CBR600RR, kedua pebalap jebolan Astra Honda Racing School ini harus menghadapi gempuran dari pebalap-pebalap top Asia.

Perjuangan Agresif Herjun Atna dan Arbi Aditama
Perjuangan Agresif Herjun Atna dan Arbi Aditama

Pada race pertama, Herjun Atna yang start dari posisi ketujuh langsung tampil agresif. Mengabaikan tekanan dari para rival, pebalap asal Pati, Jawa Tengah ini merangsek naik dan konstan menjaga posisinya di lima besar sepanjang balapan. Melalui duel ketat hingga garis finis, Herjun nyaris menapakkan kakinya di podium sebelum akhirnya harus puas finis di posisi keempat.

Perjuangan luar biasa juga ditunjukkan oleh Fadillah Arbi Aditama. Mengawali balapan dari posisi kesembilan, Arbi sebenarnya bertanding dalam kondisi fisik yang kurang prima akibat insiden yang dialaminya saat sesi kualifikasi. Namun, rasa sakit tidak menghalangi semangat juangnya. Arbi tetap tampil kompetitif dan sukses menyelesaikan balapan race pertama di posisi ketujuh.

Nasib Kurang Beruntung di Race Kedua

Pada race kedua hari Minggu, ambisi untuk meraih hasil lebih baik diusung oleh kedua pebalap. Sejak start dilepas, Herjun dan Arbi langsung mencoba menusuk ke barisan depan. Manuver-manuver tajam mereka sempat merepotkan para kompetitor.

Nahas, dewi fortuna belum berpihak pada Herjun. Pada lap keempat, ia mengalami insiden terjatuh yang cukup keras sehingga tidak dapat melanjutkan balapan. Kehilangan rekan setimnya, Arbi Aditama tetap fokus menjaga ritme balapnya di lintasan. Melalui perjuangan yang gigih, Arbi berhasil menyentuh garis finis di posisi kedelapan, mengamankan poin penting bagi tim.

Kelas Asia Superbike 1000: Debut Menjanjikan M. Adenanta Putra

Lompatan besar dilakukan oleh M. Adenanta Putra pada musim balap ARRC 2026 ini. Pebalap muda berusia 22 tahun asal Magetan, Jawa Timur, menjalani musim debutnya di kelas tertinggi dan paling bergengsi, yaitu Asia Superbike (ASB) 1000. Menunggangi motor berspesifikasi super, Honda CBR1000RR-R, Adenanta menunjukkan progres yang sangat positif dan menjanjikan.

Pada race pertama, Adenanta memulai jalannya balapan dari posisi kedelapan. Menghadapi pebalap-pebalap senior yang jauh lebih berpengalaman dengan motor 1000cc, Adenanta tampil dewasa. Ia mampu menjaga ritme balapnya dengan stabil dan konsisten bersaing di rombongan tengah hingga berhasil finis di posisi kesembilan.

Debut Menjanjikan M. Adenanta Putra
Debut Menjanjikan M. Adenanta Putra

Pada race kedua, Adenanta mencoba meningkatkan daya gedornya demi menembus barisan depan. Meski harus berjuang ekstra keras mengendalikan tenaga besar motornya, ia berhasil memperbaiki posisinya dan finis di tempat ketujuh.

"Putaran 2 ini sangat menantang bagi saya. Di Race 2, saya masih berjuang membangun kepercayaan diri pada area depan motor. Ada beberapa momen saat menikung di mana saya hampir kehilangan kendali ban depan (lowside), yang cukup mengganggu fokus mental saat balapan. Tapi saya percaya ini adalah bagian dari proses belajar. Saya ingin terus mengambil pengalaman selangkah demi selangkah dan kembali lebih kuat di Motegi," kata Adenanta mengevaluasi performanya.

Dukungan Penuh PT Astra Honda Motor untuk Prestasi Dunia

Kesuksesan dan determinasi tinggi yang ditunjukkan oleh skuad AHRT di Thailand mendapat apresiasi tinggi dari manajemen di tanah air. Andy Wijaya, selaku General Manager Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor (AHM), menyatakan kebanggaannya atas daya juang seluruh pebalap sepanjang akhir pekan di Buriram.

“Kami sangat mengapresiasi hasil yang diraih anak-anak AHRT. Paling tidak, kita bisa tunjukan bahwa binaan kami bisa terus tampil kompetitif dengan dukungan motor Honda yang kami siapkan. Semoga prestasi terus meningkat di putaran selanjutnya untuk harumkan Indonesia di arena balap Internasional,” ungkap Andy Wijaya penuh harapan.

Menatap Putaran Ketiga di Mobility Resort Motegi, Jepang

Hasil yang diraih di Chang International Circuit, Buriram ini menjadi modal yang sangat krusial bagi Astra Honda Racing Team dalam mengarungi sisa musim ARRC 2026. Konsistensi performa dari satu seri ke seri berikutnya menjadi kunci utama tim untuk menjaga peluang meraih gelar juara Asia di akhir musim nanti.

Menatap Putaran Ketiga di Mobility Resort Motegi, Jepang
Menatap Putaran Ketiga di Mobility Resort Motegi, Jepang

Ujian berikutnya bagi para pebalap Indonesia ini sudah menanti di depan mata. Putaran ketiga Asia Road Racing Championship 2026 dijadwalkan akan berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang. Menghadapi karakter sirkuit Jepang yang terkenal dengan gaya stop-and-go, tim mekanik dan pebalap AHRT dipastikan akan kembali mempersiapkan diri seoptimal mungkin. Dukungan penuh dari seluruh masyarakat Indonesia tentu diharapkan agar bendera Merah Putih bisa kembali berkibar paling tinggi di podium Motegi.

Post a Comment

© My Life My Style. All rights reserved. Premium By Raushan Design