Hoax

Lawan HOAX dan Aksi Provokatif di Internet dan Media Sosial

6:57 AM,0 Comments



Saya suka bingung jika ada orang yang hobi banget menyebarkan gambar, video, atau tulisan yang berhubungan dengan kemalangan. Ada foto korban kecelakaan yang penuh darah, korban pembunuhan, korban bencana alam, sampai kerusuhan yang penuh potensi perpecahan. Semuanya rajin menyebarkan di Media sosial atau grup pesan. Setelah itu coba lihat dikolom komentar, ada banyak bahasa tidak pantas, adu argumen sampai perdebatan tak berujung terjadi disana. Sungguh memalukan.

Ayo Lawan Hoax dan berita provokatif di Internet
Ayo Lawan Hoax dan berita provokatif di Internet
Banyak yang beralasan bahwa menyebarkan berita ini hanya sekedar untuk berbagi informasi, ada pula yang terang-terangan untuk mengejar popularitas. Ada yang menggilai like, love dan share. Tak sadar, dengan teganya membuat suasana panas dan rusuh. Apa untungnya buat mereka? Suka melihat orang lain tidak bahagia mungkin. Belum lagi, berita yang mereka dapatkan berasal dari sumber yang tidak jelas dan tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Langsung berbagi atau berkomentar tanpa membaca adalah hal yang bodoh.

Adalagi yang lain, beberapa orang justru menyebarkan gambar, video dan berita dari masa yang berbeda atau lokasi yang berbeda lalu kemudian menuliskan berita yang bertolak belakang. Pengandaiannya sederhana, bercerita tentang Rambo tapi memasang foto Batman. Sudah jelas mereka berasal dari jaman yang berbeda, kota yang berbeda serta film yang berbeda. Kenapa tidak ada budaya cek dan ricek? klarifikasi? atau belajar membaca dengan seksama terlebih dahulu sebelum berbagi?

Ayo Lawan Hoax dan berita Provokatif di Internet
Saya juga merasa banyak media yang sengaja membuat headline dan memajang foto hingga seperempat halaman besar dengan tema “kegalauan”. Contohnya, “Akan terjadi A”, “Masyarakat diminta waspada dengan B”, dan dipertegas dengan polisi atau yang berbaris rapi memanggul senjata laras panjang. Inilah yang akhirnya membuat para pembaca seolah-olah berada diujung maut. Seremkan?

Saya juga sering sekali melihat beberapa kelompok masyarakat yang hobi memasang spanduk yang bertuliskan ajakan damai, selalu menjaga A, B, C, D dan seterusnya. Sepertinya akan ada hal besar yang akan terjadi. Saya jadi berpikir, jangan jangan sudah diprediksi dan sengaja di cari-cari. Bukannya saya mau mengenang kejadian masa lampau tapi Masyarakat Kalimantan Barat harus bisa belajar dari sejarah masa lampau. PROVOKATOR selalu menggunakan senjata AGAMA dan SUKU karena itu adalah hal yang paling mudah dibenturkan.

Aneh, jika kita masih percaya pada tulisan orang yang selalu “nyampah” di timeline media sosial atau rajin mengirimkan tulisan-tulisan provokasi ke grup chat. Ajakan yang membakar emosi dan menaikkan tensi darah serta mengandung ujaran kebencian tentu tidak ada faedahnya buat kita yang sudah sejak lama hidup dengan perbedaan. Percayalah, jika ada orang yang mengajak kita membahas mengenai suku dan agama maka tidak akan pernah ada jawabnya. Saya merasa aneh jika ada seseorang yang saya tahu tidak paham agama membahas tentang agama apalagi agama lain yang tidak pernah dipelajari dan diketahui sebelumnya (HANYA MEMBACA DARI STATUS FACEBOOK ATAU TWITTER TIDAK SEKONYONG KONYONGNYA MEMBUAT KITA PAHAM AGAMA). Lalu dengan pongahnya menulis di lini masa dan memancing kericuhan. STOP lakukan itu!
 
Ayo Lawan Hoax dan berita Provokatif di Internet
Ayo Lawan Hoax dan berita Provokatif di Internet
Semua berbeda dan takkan pernah sama tapi bukan bearti tak bisa hidup dalam damaikan? Kita menginjak bumi yang sama, berdiri sama rata diatas tanah yang sama walaupun berada dibelahan bumi berbeda. Tidak ada yang lebih hebat karena tidak ada yang hidup dibawah tanah atau tinggal diatas langit. Cobalah sesekali memandang langit dan sama-sama menengadah ke angkasa. Kita melihat langit yang sama. Belajarlah untuk bersyukur bahwa bumi ini masih indah.

STOP menyebarkan Berita bohong dan HOAX yang berujung perpecahan. Sekarang waktunya kita berani melaporkan segala sesuatu yang memancing keributan massal ke pihak terkait. Untuk Kominfo silakan berkirim  email aduankonten@kominfo.go.id atau ke http://trustpositif.kominfo.go.id sedangkan pihak kepolisian ke cybercrime@polri.go.id . Ayo lawan berita bohong dan provokatif di media sosial dan Internet. Kalau bukan kita yang menjaga kedamaian ini, siapa lagi?

You Might Also Like

0 comments: