Di tengah sorotan balapan motor profesional dunia, ada sebuah kabar gembira yang datang dari panggung balap junior. Pebalap-pebalap muda berbakat dari Indonesia, yang merupakan binaan PT Astra Honda Motor (AHM), terus menorehkan prestasi gemilang di ajang internasional.
Salah satunya adalah Bintang Pranata Sukma, siswa dari Astra Honda Racing School (AHRS), yang baru-baru ini sukses mencuri perhatian di Idemitsu Honda Thailand Talent Cup (TTC) 2025.
Prestasi terbarunya datang dari putaran ketiga TTC 2025 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Chang, Buriram. Bintang berhasil meraih dua podium kedua dalam dua hari balapan, menunjukkan konsistensi dan mental juara yang luar biasa.
Pada balapan pertama, meskipun memulai dari posisi kelima, ia langsung menunjukkan performa agresif. Dengan kemampuannya menempel ketat para pebalap terdepan, ia hanya terpaut 0,162 detik dari posisi pertama saat menyentuh garis finis. Ini bukan hanya sekadar finis, tapi sebuah pernyataan bahwa Bintang memiliki potensi besar untuk menjadi yang terdepan.
Kisah Bintang tidak berhenti sampai di situ. Pada balapan kedua, ia kembali membuktikan diri. Meski start dari posisi yang lebih jauh, yaitu grid 8, Bintang mampu melesat ke barisan depan. Bahkan, ia sempat memimpin balapan di beberapa lap terakhir, sebuah momen yang menunjukkan betapa cepatnya ia beradaptasi dan membaca situasi balapan.
Akhirnya, ia kembali finis di posisi kedua dengan gap yang sangat tipis, hanya 0,091 detik dari pebalap pertama. Dua podium runner-up ini menambah koleksi prestasinya, setelah sebelumnya ia juga berhasil naik podium di seri kedua TTC 2025.
Hasil ini adalah buah dari kerja keras dan pengalaman berharga. Bintang sendiri mengungkapkan rasa syukurnya. "Ini adalah hasil kerja keras dan pengalaman berharga bagi saya. Saya akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk membawa nama Indonesia di kancah internasional,” ujarnya. Sikap rendah hati dan semangat pantang menyerah ini adalah kunci utama yang membuat generasi muda Indonesia mampu bersaing di level tertinggi.
Bintang tidak berjuang sendirian. Di putaran ketiga TTC ini, ada nama baru yang juga menunjukkan performa menjanjikan. Abimanyu Bintang Fermadi, pebalap muda berbakat lainnya, menjalani debut yang sangat positif. Abimanyu masuk menggantikan Ziven Rosul Abiy Salim yang sedang dalam masa pemulihan.
Meski baru pertama kali tampil, Abimanyu langsung menunjukkan ketangguhannya. Ia finis di posisi 11 pada balapan pertama, dan bahkan berhasil menembus 7 besar pada balapan kedua. Keberhasilan Abimanyu ini adalah bukti bahwa program pembinaan pebalap muda di AHM berjalan dengan sangat baik.
Sebelumnya, Ziven Rosul Abiy Salim juga telah menunjukkan konsistensi yang luar biasa di dua seri awal TTC 2025. Meskipun harus absen di putaran ketiga, prestasinya di awal musim telah membuktikan bahwa talenta pebalap muda Indonesia terus berkembang. Konsistensi dari Bintang, performa solid dari Ziven, dan debut positif Abimanyu adalah bukti nyata bahwa Indonesia memiliki stok pebalap muda yang menjanjikan di kancah internasional.
Manajemen PT Astra Honda Motor pun merasa bangga melihat perkembangan ini. Andy Wijaya, General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, menyatakan, "Kami bangga dengan perkembangan pebalap muda binaan AHM di Thailand Talent Cup. Konsistensi Bintang yang kembali meraih podium, ketangguhan Ziven di dua seri awal, hingga debut positif Abimanyu di seri ini menjadi bukti nyata, generasi baru pebalap Indonesia terus melesat di ajang internasional.”
Ajang Thailand Talent Cup sendiri bukan sekadar balapan biasa. Ia adalah gerbang awal dan bagian dari program besar "Road to MotoGP". Program ini dirancang untuk memberi kesempatan emas bagi pebalap muda Asia untuk mengasah kemampuan, mengumpulkan pengalaman, dan membuka jalan menuju kompetisi balap motor kelas dunia.
Perjuangan para pebalap muda ini masih panjang. Hingga putaran ketiga, Bintang Pranata Sukma berada di posisi keempat klasemen sementara dengan 74 poin. Ia hanya terpaut 18,5 poin dari pemuncak klasemen, sebuah selisih yang sangat mungkin dikejar mengingat masih banyak balapan tersisa. Ziven Rosul Abiy Salim menempati posisi ke-10 dengan 29,5 poin, sementara Abimanyu, yang baru menjalani debut, sudah mengantongi 14 poin dan berada di posisi ke-16.
Musim balap TTC 2025 masih akan terus bergulir. Seri keempat dan kelima dijadwalkan akan digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, pada 12-14 September dan 7-9 November. Seri pamungkas akan kembali ke Buriram pada 20-23 November. Dengan banyaknya poin yang masih bisa diperebutkan, peluang para pebalap muda Indonesia untuk terus memperbaiki posisi dan meraih hasil yang lebih baik sangatlah besar. Mereka adalah cerminan masa depan balap motor Indonesia, dan kita semua menantikan prestasi gemilang mereka selanjutnya.