Komitmen PT Astra Honda Motor (AHM) dalam memajukan dunia balap Tanah Air kembali memasuki babak baru pada musim balap 2026.
Melalui Astra Honda Racing Team (AHRT), AHM secara konsisten memperkuat program pembinaan balap berjenjang yang telah berjalan lebih dari satu dekade. Langkah ini diambil untuk memastikan talenta-talenta muda Indonesia memiliki jalur yang jelas menuju panggung balap motor paling prestisius di dunia.
Musim 2026 menjadi momentum krusial bagi para pebalap binaan Astra Honda untuk membuktikan kualitas mereka di kancah nasional maupun internasional. Dengan dukungan penuh dari AHM, para pebalap muda ini siap bertarung membawa nama bangsa di berbagai kelas kejuaraan.
Melangkah ke Benua Biru: FIM Moto3 Junior World Championship
Fokus pembinaan AHM tidak hanya berhenti di level regional. Pada musim 2026, M. Kiandra Ramadhipa terpilih untuk berkompetisi di ajang FIM Moto3 Junior World Championship. Pebalap muda asal Sleman, Yogyakarta ini merupakan lulusan terbaik dari Astra Honda Racing School (AHRS) yang telah dipersiapkan secara fisik dan mental.
Keikutsertaan Ramadhipa di kancah Eropa merupakan jalur emas menuju MotoGP. Ia mengikuti jejak para seniornya yang kini telah menembus ajang Grand Prix, seperti:
- Mario Suryo Aji: Bersaing di Moto2 World Championship.
- Veda Ega Pratama: Bertarung di Moto3 World Championship.
Kehadiran Ramadhipa di ajang junior dunia ini mempertegas bahwa sistem pembinaan AHM mampu mencetak pebalap dengan standar global yang kompetitif.
Dominasi di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026
Di level Asia, Astra Honda Racing Team (AHRT) tetap menjadi kekuatan yang diperhitungkan pada ajang Asia Road Racing Championship (ARRC). Musim ini, AHRT menurunkan skuad terbaiknya di tiga kelas utama dengan menggunakan lini motor sport Honda CBR Series.
1. Kelas Asia Superbike (ASB) 1000
M. Adenanta Putra kembali dipercaya untuk menjinakkan performa buas CBR1000RR-R di kelas tertinggi ASB1000. Pengalaman Adenanta di musim sebelumnya diharapkan mampu membawanya meraih podium lebih konsisten di tengah persaingan pebalap-pebalap tangguh Asia.
2. Kelas Supersports (SS) 600
Pada kelas menengah SS600, duet Herjun Atna Firdaus dan Fadillah Arbi Aditama akan menjadi andalan dengan menunggangi CBR600RR. Kedua pebalap ini telah menunjukkan progres luar biasa musim lalu dan diprediksi akan menjadi penantang kuat gelar juara musim ini.
3. Kelas Asia Production (AP) 250
AHRT memiliki sejarah dominasi yang sangat kuat di kelas AP250. Untuk mempertahankan tradisi juara, Rheza Danica Ahrens dipasangkan dengan pebalap muda potensial Muh. Badly Ayatullah. Menggunakan CBR250RR, keduanya ditargetkan untuk terus mempertahankan supremasi Honda di kelas ini.
Membentuk Mental Juara melalui Moto4 Asia Cup
Pembinaan pebalap usia dini menjadi perhatian utama AHM. Partisipasi di ajang Moto4 Asia Cup (sebelumnya dikenal sebagai Asia Talent Cup) menjadi fondasi penting bagi para pebalap remaja. Pada musim 2026, tiga pebalap muda binaan akan ditempa di ajang ini:
- Muh. Badly Ayatullah
- Bintang Pranata Sukma
- M. Maulana Malik
Ajang ini bukan sekadar soal kecepatan, melainkan tempat para pebalap belajar mengenai konsistensi, manajemen balap, dan penguatan mental bertanding sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Menimba Ilmu di Thailand Talent Cup dan Kejurnas
Selain ajang utama di atas, AHM juga mengirimkan Resky Yusuf Hermawan dan Abimanyu Bintang Fermadi untuk berkompetisi satu musim penuh di Honda Thailand Talent Cup. Kompetisi di Thailand dikenal memiliki intensitas tinggi, sehingga sangat efektif untuk mengasah kemampuan teknis pebalap di level regional Asia Tenggara.
Tak lupa, panggung dalam negeri tetap menjadi prioritas untuk mengasah insting kompetisi. Pebalap seperti Fadillah Arbi Aditama hingga Rheza Danica dijadwalkan turun di ajang Mandalika Racing Series. Hal ini membuktikan bahwa AHM ingin menjaga kedekatan pebalap dengan penggemar di tanah air sekaligus mendukung ekosistem balap nasional.
Konsistensi di Jalur Off-Road: Kejurnas Motocross 250
Dukungan AHM tidak terbatas pada balap aspal (on-road). Di dunia garuk tanah, Ivan Valrossi akan mewakili Astra Honda Racing Team di ajang Kejurnas Motocross 250. Ini menunjukkan inklusivitas program pembinaan AHM yang merangkul berbagai disiplin balap motor untuk menemukan talenta terbaik Indonesia.
Octavianus Dwi Putro, Marketing Director PT Astra Honda Motor, menegaskan bahwa visi AHM adalah membentuk karakter. "Kami berupaya membentuk karakter, mental, dan daya saing pebalap muda Indonesia agar siap bersaing di berbagai level kejuaraan. Musim balap 2026 adalah langkah penting bagi pebalap Astra Honda untuk terus melesat membawa kebanggaan bagi Indonesia," ujarnya.
Fondasi Kuat Melalui Astra Honda Racing School (AHRS)
Keberhasilan pebalap di kancah internasional tidak terjadi secara instan. Semua bermula dari Astra Honda Racing School (AHRS). Program ini adalah gerbang utama bagi bibit muda dari seluruh pelosok Indonesia. Melalui seleksi ketat dan pelatihan yang terstruktur, AHRS memastikan setiap pebalap memiliki dasar teknik balap yang benar sesuai standar internasional.
Dukungan terhadap balap motor nasional juga diperluas melalui ajang Honda Dream Cup (HDC) dan dukungan pada Kejuaraan Nasional Motoprix, yang menjadi wadah aktualisasi bagi komunitas dan pecinta balap Honda.
Semangat "One Heart" di Panggung Dunia
Sebagai bentuk kebanggaan dan dukungan terhadap prestasi global, logo "One Heart." dan "Satu Hati." akan kembali menghiasi lintasan MotoGP, WSBK, dan MXGP pada musim 2026.
Di kelas utama MotoGP, logo kebanggaan masyarakat Indonesia ini akan menempel pada bodi motor RC213V milik tim pabrikan Honda. Selain itu, logo ini juga tersemat di baju balap (racing suit) dua pebalap dunia, Luca Marini dan Joan Mir. Kehadiran identitas Indonesia di ajang balap paling bergengsi ini diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus bermimpi setinggi langit.
Kesimpulan
Astra Honda Racing Team (AHRT) pada musim 2026 bukan sekadar tim balap, melainkan representasi dari harapan dan kerja keras bangsa Indonesia di dunia otomotif internasional. Dengan strategi pembinaan yang komprehensif mulai dari AHRS hingga level MotoGP, AHM membuktikan bahwa "Satu Hati" bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata dalam mewujudkan mimpi anak bangsa menjadi juara dunia.
.jpeg)
.jpeg)